Selasa, 15 November 2011

Samsung Galaxy Mini


Spesifikasi :
  • GSM : 850 / 900 / 1800 / 1900 
  • HSDPA : 900 / 2100 
  • Ukuran : 110.4 x 60.8 x 12.1 mm
  • Berat : 105 g
  • Layar :
- Tipe : TFT capacitive touchscreen, 256K colors
- Ukuran : 240 x 320 pixels, 3.14 inches (~127 ppi pixel density)
- Accelerometer sensor for UI auto-rotate
- TouchWiz v3.0 UI
- Proximity sensor for auto turn-off
  • Loudspeaker : Ya
  • 3,5mm Jack : Ya
    - DNSe sound enhancement
    • Memori :
    - BukuTelfon : Practically unlimited entries and fields, Photocall
    - Call Record : Practically unlimited
    - Internal : 160 MB; 279MB RAM
    - Eksternal : microSD, up to 32GB, 2GB included

    • GPRS : Class 12 (4+1/3+2/2+3/1+4 slots), 32 - 48 kbps
    • EDGE : Ya

    • 3G HSDPA, 7.2 Mbps
    • WLAN : Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot
    • Bluetooth : Ya, v2.1 dengan A2DP
    • Infrared Port :No
    • USB : Ya, microUSB v2.0
    • Kamera : 
    - Belakang : 3.15 MP, 2048x1536 pixels
       Geo-tagging
    - Video : Ya, QVGA@15fps
    - Depan :Tidak

    • OS : Android OS, v2.2 (Froyo)
    • CPU : 600 MHz ARMv6 processor; Adreno 200 GPU; Qualcomm MSM7227 chipset
    • Messaging : SMS(threaded view), MMS, Email, Push Email, IM
    • Browser : HTML
    • Radio : Stereo FM radio dengan RDS
    • Permainan : Ya
    • Warna :Hitam, Putih
    • GPS : Ya, dengan A-GPS support
    • Java : Ya, via Java MIDP emulator
    - Digital compass
    - SNS integration
    - MP4/H.264/H.263 player
    - MP3/WAV/eAAC+ player
    - Organizer
    - Document viewer/editor
    - Image/video editor
    - Google Search, Maps, Gmail,
    YouTube, Calendar, Google Talk, Picasa integration
    - Voice memo/dial
    - Predictive text input
    • Baterai : Standard battery, Li-Ion 1200 mAh
    Standby : Up to 570 h
    Talk time : Up to 9 h 30 min

    Harga :
    - Baru : Rp. 1.410.000
    - Bekas : Rp. 1.050.000

    Saya punya satu..!! hehe..
    read more “Samsung Galaxy Mini”

    Minggu, 26 Juni 2011

    Nokia 6120 Classic


    Spesifikasi :
    • GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 
    • HSDPA 850 / 2100 
    • Ukuran : 105 x 46 x 15 mm, 66 cc 
    • Berat : 89 g
    • Layar :
    - Tipe : TFT, 16M colors
    - Ukuran : 240 x 320 pixels, 2.0 inci
    • Loudspeaker : Ya
    • 2.5 mm audio jack
    • Memori :
    - Phonebook : Practically unlimited entries and fields, Photocall
    - Call Records : Detailed, max 30 days
    - Internal : 32 MB storage, 64 MB RAM, 128 MB ROM
    - Card Slot : MicroSD, up to 8GB
    • GPRS : Class 32
    • EDGE : Class 32, 296 / 177.6 kbits
    • 3G : HSDPA 3.6 Mbps
    • WLAN : Tidak
    • Bluetooth : Yes, v2.0 dengan A2DP
    • Infrared Port :Tidak
    • USB : Ya, miniUSB
    • Kamera :
    - Primary : 2 MP, 1600x1200 pixels, LED flash
    - Video : Ya, QVGA
    - Secondary : QVGA videocall kamera
    • OS : Symbian OS v9.2, S60 rel. 3.1
    • CPU : ARM 11 369 MHz processor
    • Messaging : SMS, MMS, Email, Instant Messaging
    • Browser : WAP 2.0/xHTML, HTML
    • Radio : Stereo FM radio
    • Games : Ya + Downloadable
    • Colors : Black, Pearl White
    • GPS : Tidak
    • Java : Ya, MIDP 2.0
    - Push to talk
    - MP4/3GP/RV player
    - MP3/WAV/RA/AAC/M4A player
    - Document viewer (Word, Excel, PowerPoint, PDF)
    - Organizer
    - Voice memo
    - Predictive text input
    • Battery : Standard battery, Li-Ion 890 mAh (BL-5B)
    - Stand By : Up to 250 h (2G) / 240 h (3G)
    - Talk Time : Up to 3 h (2G) / 2 h 24 min (3G)



    Harga :
    • Baru : -
    • Bekas : Rp. 500.000
    read more “Nokia 6120 Classic”

    Selasa, 21 Juni 2011

    Acer Iconia Smart












     Spesifikasi Acer Iconia Smart :

    • GSM : 850 / 900 / 1800 / 1900 
    • HSDPA : 900 / 1900 / 2100 
    • Ukuran : 141.7 x 64.5 x 13.6 mm
    • Berat : 185 g
    • Layar :
    - Tipe : TFT capacitive touchscreen, 16M colors
    - Ukuran : 480 x 1024 pixels, 4.8 inchi
    - Acer UI 4.2
    - Accelerometer sensor for auto-rotate
    - Touch-sensitive controls
    - Six-axis gyro sensor
    - Proximity sensor for auto turn-off
    - Multi-touch input method
    • Loudspeaker : Yes
    • 3,5mm Jack : Yes
    - Dolby Mobile sound enhancement
    • Memori :
    - PhoneBook : Practically unlimited entries and fields, Photocall
    - Call Record : Practically unlimited
    - Internal : 8 GB storage, 512 MB RAM, 512 MB ROM
    - Eksternal : microSD, up to 32GB
    • GPRS : Yes
    • EDGE : Yes
    • 3G : HSDPA, 14.4 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps
    • WLAN : Wi-Fi 802.11 b/g/n, UPnP, DLNA, Wi-Fi hotspot
    • Bluetooth : Yes, v2.1 with A2DP, EDR
    • Infrared Port :No
    • USB : Yes, microUSB v2.0
    • Camera : 
    - Primary : 8 MP, 3264x2448 pixels, autofocus, LED flash
    Features : Geo-tagging, face and smile detection, image stabilization
    - Video : Yes, 720p@30fp
    - Secondary : Yes, 2MP
    • OS : Android OS, v2.3 (Gingerbread)
    • CPU : 1GHz Scorpion processor, Qualcomm MSM8255-1 Snapdragon
    • Messaging : SMS (threaded view), MMS, Email, Push Email
    • Browser : HTML
    • Radio : Stereo FM radio with RDS
    • Games : Yes
    • Colors : Silver
    • GPS : Yes, with A-GPS support
    • Java : Yes, via Java MIDP emulator
    - SNS integration
    - HDMI port
    - Active noise cancellation with dedicated mic
    - Google Search, Maps, Gmail
    - YouTube, Google Talk, Picasa integration
    - MP3/WAV/WMA/eAAC+ player
    - XviD/MP4/H.264/H.263 player
    - Organizer
    - Document viewer (Word, Excel, PowerPoint, PDF)
    - Adobe Flash Player 10.1
    - Voice memo/dial/commands
    - Predictive text input
    • Baterai : Standard battery, Li-Po 1500 mAh
    Standby : Up to 450 h (2G) / Up to 500 h (3G)
    Talk time : Up to 11 h (2G) / Up to 8 h (3G)
    Harga Jual  Acer Iconia Smart :
    Tablet atau smartphone Acer Iconia Smart rencananya  akan dijual dengan harga $ 703 (€ 499) atau 6.2 jutaan rupiah lebih. Tablet atau smartphone dari Acer ini belum diketahui di diluncurkan Indonesia kapan.
    read more “Acer Iconia Smart”

    Acer beTouch E210










    Harga Acer beTouch E210 :
    Ponsel Android Acer ini dijual cukup murah,dengan uang sebesar Rp1,5 s/d 1,6 juta anda sudah bisa memiliki ponsel ini yang memiliki fitur cukup lengkap.

    Spesifikasi : 
    • GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 
    • HSDPA 850 / 900 / 1800 / 1900 / 2100
    • Ukuran : 116 x 63 x 12 mm
    • Berat : 109 g
    • Layar : 
    - Tipe : TFT resistive touchscreen, 256K colors
    - Ukuran : 320 x 240 pixels, 2.6 inchi
    • QWERTY keyboard
    • Optical trackpad
    • Accelerometer sensor for auto-rotate
    • Loudspeaker : Yes
    • 3,5mm Jack : Yes
    • Memori :
    - PhoneBook : Practically unlimited entries and fields, Photocall
    - Call Record : Practically unlimited
    - Internal : 256 MB RAM , 512 MB ROM
    - Card Slot : MicroSD , Up to 32GB
    • GPRS : Yes
    • EDGE : Yes
    • 3G : HSDPA, 7,2 Mbps ; HSUPA, 2Mbps
    • WLAN :  Wi-Fi 802.11 b/g, Wi-Fi hotspot
    • Bluetooth : Yes, v2.1 with A2DP, EDR
    • Infrared Port : No
    • USB : Yes, microUSB v2.0
    • OS :  Android OS, v2.2 (Froyo)
    • CPU : Qualcomm MSM7227 600 MHz processor
    • Messaging : SMS (threaded view), MMS, Email, IM
    • Browser : HTML
    • Radio : Stereo FM radio
    • Games : Yes
    • Colors : Black, White
    • GPS : Yes, with A-GPS support
    • Java : Yes, via Java MIDP emulator
    - Acer Spinlets, Acer UrFooz apps
    - Digital compass
    - Google Search, Maps, Gmail
    - YouTube, Google Talk, Picasa integration
    - MP3/WAV/WMA/eAAC+ player
    - MP4/H.264/H.263/WMV player
    - Facebook and Flickr integration
    - Document viewer (Word, Excel, PowerPoint, PDF)
    - Voice memo
    - Predictive text input
    •  Baterai : Standard battery, Li-Ion 1300 mAh

    read more “Acer beTouch E210”

    Minggu, 08 Mei 2011

    Aurora Borealis






    Aurora borealis adalah salah satu fenomena alam terindah di Bumi. Merekam keindahannya dengan kamera, apalagi dalam kondisi terang bulan purnama, bukanlah hal mudah sebab cahaya aurora borealis akan "kalah" oleh cahaya bulan.

    Tapi, fotografer asal Jerman Kerstin Langenberger berhasil melakukannya. Dalam fotonya, aurora borealis terlihat terang dalam cahaya Bulan, seolah fenomena tersebut muncul di siang bolong.

    Langenberger berhasil memotret setelah menantinya selama 300 jam menunggu fenomena itu muncul. Ia mengungkapkan, "Aurora harus sangat terang untuk bisa tampak saat ada Bulan. Ini jarang terjadi sehingga gambar seperti ini sangat jarang."

    Foto Langenberger berhasil menguak keindahan Thingvellir National Park, tempat pengambilan foto yang menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO. Dalam foto itu, aurora tampak sebagai ledakan cahaya hijau dan ungu.



    Aurora dijumpai di Kutub Utara dan kutub selatan Bumi. Aurora yang dijumpai di kutub utara disebut Aurora Borealis atau Northern Light sementara yang dijumpai di Kutub selatan disebut Aurora Australis.

    Fenomena ini muncul akibat partikel bermuatan dari Matahari yang dihantarkan ke Bumi. Partikel tersebut tertarik oleh medan magnet Bumi, melepaskan energi hingga menghasilkan cahaya di lapisan ionosfer.

    Kemunculannya tiba-tiba. Langenberger harus tiba di lokasi siang hari sehingga bisa mempersiapkan semua alat-alat untuk memotret. Malam harinya, ia harus sabar menanti si aurora datang.

    "Kesulitannya adalah mengetahui dimana aurora muncul dan seperti apa nanti. Untuk waktu lama, tak ada yang terjadi dan hanya bisa menunggu. Namun, tiba-tiba langit malam hari mengalami ledakan aurora," kata Langenberger.

    Langenberger mengungkapkan, "Ledakan aurora biasanya bertahan hingga beberapa menit, lalu ia akan menghilang. Aurora mungkin muncul lagi, tetapi bisa juga tidak. Tak ada yang tahu nantinya."

    Aurora bukan hanya bisa muncul di Bumi. Hubble Space Telescope pernah menangkap fenomena aurora di Jupiter dan Saturnus, bahkan di satelit Jupiter yaitu Io, Europa dan Ganymede. Uranus dan Neptunus dilaporkan juga memiliki aurora.
    read more “Aurora Borealis”

    Moon Bows

    Moon Bows – Sebuah pelangi yang disebabkan oleh sinar Matahari pada tetesan air, yang biasanya terjadi pada suasana setelah hujan. Sebuah Moon Bow jarang terlihat, hanya terlihat pada malam hari saat bulan rendah dan penuh hingga hampir penuh. Satu tempat yang populer untuk melihat Moon Bows berada di Cumberland Falls di Kentucky.
    read more “Moon Bows”

    Halo

    Halo – seperti pelangi, Halo terbentuk mengelilingi matahari karena embun/uap lembab (dalam hal ini kristal es) yang dibiaskan dari sinar matahari di atmosfer bagian atas. Terkadang dua atau beberapa area di dalam lingkaran atau busur sekitar matahari akan terlihat lebih terang, membentuk sesuatu yang disebut Sun Dogs. Halo dapat juga terbentuk mengelilingi Bulan, dan terkadang mengelilingi bintang-bintang terang dan planet-planet, seperti Venus.
    read more “Halo”

    Fire Rainbow


    Fire Rainbow – adalah sebuah fenomena yang ekstrim dan sangat langka, hanya terjadi ketika matahari memiliki kemungkinan yang tinggi untuk memancarkan cahayanya melewati awan-awan cirrus yang tinggi dan memiliki kandungan kristal es yang sangat besar.
    read more “Fire Rainbow”

    Lidah Api

    Lidah api di matahari atau juga disebut prominensa merupakan bagian matahari yang sangat besar, terang, yang mencuat keluar dari permukaan matahari, seringkali berbentuk loop (putaran). Tanggal 26-27 September 2009 lalu, wahana ruang angkasa (Stereo A dan Stereo B) yang khusus memantau matahari merekam fenomena selama 30 jam ini.
    Prominensa biasanya menjulur hingga ribuan kilometer; yang terbesar yang pernah diobservasi terlihat pada tahun 1997 dengan panjang sekitar 350.000 kilometer - sekitar 28 kali diameter bumi. Massa di dalam prominensa berisikan material dengan berat hingga 100 miliar ton.
    read more “Lidah Api”

    Belt of Venus




    Sabuk Venus (nama dewi Venus Romawi) adalah batas berwarna merah muda kecoklatan yang memisahkan berkas bayangan bumi  yang berwarna gelap, dengan langit di atasnya. 

    Sabuk Venus (Venus Belt) sebenarnya adalah bayangan Bumi yang tampak pada sisi timur atau arah yang berlawanan dengan arah terbenamnya matahari. Fenomena alam ini akan tampak sangat baik ketika suasana langit tak berawan, namun sangat berdebu, khususnya pada saat senja, setelah matahari terbenam. Biasanya terjadi 10 – 15 menit setelah matahari terbenam.
    read more “Belt of Venus”

    Awan Pyrocumulus


    Fenomena lain yang berkaitan dengan panas, awan Pyrocumulus terbentuk dari pemanasan cepat dan intens pada suatu area untuk menciptakan convecture, yang selanjutnya membentuk awan Cumulous. Gunung berapi, kebakaran hutan, dan ledakan nuklir (dalam bentuk awan jamur) adalah penyebab utama dari awan Pyrocumulus.
    read more “Awan Pyrocumulus”

    Green Ray (Green Flash)


    Terjadi sesaat sebelum matahari terbenam total, dan setelah matahari terbit. Fenomena yang muncul berupa Green Flash (kedipan hijau) di atas matahari yang umumnya terjadi sangat singkat/sesaat saja. Fenomena ini disebabkan oleh pembiasan cahaya di atmosfer.
    read more “Green Ray (Green Flash)”

    Meteor Lyrids



    Rasi bintang asal munculnya “Meteor Lyrids” adalah rasi bintang Lyra memiliki titik pancar dengan intesitas titik pancar tergolong kategori sedang yakni hanya belasan meteor per jam, kendati hanya belasan meteor lyrid yang dipancarkan per jam, sepertinya fenomena keajaiban ini cukup menarik menarik perhatian masyarakat di Indonesia.

    Di Indonesia hujan meteor memang dianggap langka sehingga hujan Meteor Lyrids di Indonesia yang diprediksi puncaknya akan terjadi pada tanggal 21 dan 22 April 2010 tidak mengherankan jika banyak masyarakat di Indonesia berusaha berebut untuk dapat menyaksikan langsung fenomena keajaiban tersebut. Hujan Meteor Lyrids Hari Jumat 16 April 2010 memang cukup menarik karena 16 April 2010 bertepatan dengan hari Jumat yang kebetulan merupakan hari yang sering terjadinya beberapa kejadian penting termasuk fenoma alam bahkan musibah dan bencana alam di Indonesia.

    Pendapat ahli pun cukup beragam tentang hujan meteor termasuk pendapat ahli tentang hujan Meteor Lyrids namun para ahli tersebut umumnya memiliki kesepahaman pendapat berdasarkan segi proses penyebab terjadinya hujan meteor. Pada dasarnya penyebab hujan meteor Lyrids tidak jauh berbeda dengan penyebab hujan meteor lainnya yakni terjadinya gumpalan “awan meteor” karena bumi sedang berevolusi melewati lapisan sisa debu pada lintasan komet khususnya lintasan "Komet Thatcher", sehingga ketika komet Thatcher mulai mendekat areal matahari, pancaran energi matahari tersebut menguapkan dan menghamburkan gumpalan es dan debu pada inti komet Thatcher yang kemudian membentuk ekor. Partikel dari debu-debu bagian ekor Komet Thatcher yang masih tertinggal di sepanjang lintasan orbitnya tersebut merupakan gugusan meteoroid yang kemudian gugusan meteoroid tadi bisa berpotensi menembus atmosfer dan terbakar di lapisan atmosfer menyebabkan munculnya hujan meteor yang disebut hujan meteor Lyrid di permukaan bumi bila poros bumi mulai melintasi Matahari.

    Di Indonesia banyak warga bingung bagaimana cara melihat terjadinya hujan meteor seperti ini namun para ahli menyatakan cara melihat hujan meteor Lyrids di Indonesia sebenarnya bisa dengan cara mudah yakni dapat dilihat secara langsung melalui kasat mata atau tanpa menggunakan alat bantu apapun dengan catatan bahwa cuaca di sekitar daerah tempat kita melakukan pengamatan harus memiliki cuaca cerah dan tidak tertutup mendung serta wajib terbebas dari berbagai polusi cahaya yang menggangu pengamatan.
     
    read more “Meteor Lyrids”

    Senin, 14 Maret 2011

    Laut Terbelah (Mukjizat Nabi Musa)

    Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
    Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
    Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.


    poros roda dari salah satu kereta kuda

    Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.







    Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat
    Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
    Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.
    read more “Laut Terbelah (Mukjizat Nabi Musa)”

    Matahari Hitam



    Black Sun atau matahari hitam adalah fenomena yang terjadi pada musim semi dan musim gugur ketika kawanan besar jalak hitam berkumpul membentuk pola di langit. Ketika predator tiba, mereka tertarik ke lokasi, hal itu menyebabkan kegilaan jalak untuk membuat bentuk-bentuk yang besar Sebenarnya lebih tepat disebut fenomena Black Bird Flyng.
    Jadi yang perlu dicatat disini adalah matahari hitam bukanlah warna matahari yang awalnya kuning keemasan menjadi warna hitam. Namun karena prilaku alami burung jalak tersebut yang bergerombol terbang menutupi matahari.

    read more “Matahari Hitam”

    Ombak Terpanjang Di Dunia






    Dua kali dalam setahun, antara Februari dan Maret, air dari Samudra Atlantik akan menuju sungai Amazon, Brazil, dan membuat ombak terpanjang dalam sejarah. Fenomena yang disebut Pororoca ini terjadi pada saat arus pasang dari Samudra Atlantik bertemu di mulut sungai. Hal ini membuat ombak yang berdiri setinggi 12 kaki dan dapat bertahan sampai setengah jam.
    Ombak setinggi itu tentunya sangat terkenal di kalangan para peselancar, dan membawa Picuruta Salazar, seorang peselancar dari Brazil menorehkan rekor dunia dengan berhasil berselancar sejauh 12,5 km selama 37 menit penuh. Tapi ombak ini berbahaya karena kecenderungannya yang terkadang merusak dan terkadang membawa sebatang pohon penuh yang berhasil di cabut dari tanah oleh kekuatan hempasan.

    read more “Ombak Terpanjang Di Dunia”

    Langit Terbelah

    Pada tanggal 11 Juni 2010, sekitar pukul 17.30, sebuah fenomena menarik terjadi di langit Yogyakarta. Sebuah cahaya panjang terlihat membentang seperti membelah langit. Apakah ada penjelasan sains dari fenomena semacam ini?





    Sebagian orang mungkin beranggapan kalau foto di atas adalah hasil Photoshop. Namun, ternyata tidak. Walaupun terlihat sangat spektakuler, fenomena di atas adalah sebuah fenomena yang sudah dikenal di dunia sains dan bahkan memiliki penjelasan yang cukup sederhana.

    Fenomena itu disebut Anticrepuscular Rays.

    Ini penjelasan singkat mengenainya.

    Untuk memahami soal Anticrepuscular Rays, terlebih dahulu kita harus memahami soal saudaranya yang bernama Crepuscular Ray.

    Crepuscular Ray adalah suatu fenomena alam ketika cahaya matahari terlihat beradiasi dari satu titik tertentu. Radiasi cahaya ini bisa terjadi karena cahaya matahari masuk melewati celah-celah di antara awan atau objek lain dan biasanya terlihat menjelang matahari terbit atau tenggelam.

    Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan Sun Rays atau Gods Rays.

    Ini contohnya:


    Sekarang mengenai Anticrepuscular Ray.

    Seperti Crepuscular ray, Anticrepuscular Ray adalah berkas sinar yang mirip dengan Crepuscular, namun terlihat berada di tempat yang berlawanan dari matahari.

    Cahaya ini terjadi ketika Crepuscular Ray yang muncul dari matahari terbit atau tenggelam terlihat mengalami Konvergensi ulang di Titik Antisolar (Titik langit yang berlawanan dengan arah matahari).

    Jika kalian bingung dengan definisi di atas, ingat saja ini: fenomena di atas juga terjadi karena sinar matahari terhalang oleh awan atau objek lainnya seperti crepuscular ray, namun ia terlihat di arah yang berlawanan dengan matahari. Sama seperti Crepuscular, fenomena ini juga sering terlihat ketika matahari terbit atau tenggelam.

    Ini konsisten dengan fenomena Yogyakarta yang terlihat pada pukul 17:30.
    read more “Langit Terbelah”

    Hujan Ikan




    Hujan ikan mengejutkan kota di padang pasir terpencil di negara Australia. Hujan ikan ini bersamaan dengan pergantian cuaca ke musim hujan. Ikan yang jatuh dari langit banyak yang masih hidup, dan kejadian ini berlangsung selama lebih dari 2 hari di Lajamanu di Northern Territory dibulan Maret lalu. Menurut para ahli cuaca hal ini disebabkan karena adanya badai di laut yang menyedot ikan-ikan tersebut, dan jatuh di daerah pemukiman penduduk yang berjarak 326 Mil dari tempat badai.

    Mark Kersemakers, peramal senior di Australian Bureau of Meteorology, mengatakan, badai itu meraup ikan ke udara hingga setinggi 40.000 sampai 50.000. "Setelah beberapa waktu mereka dilepaskan." Ini merupakan peristiwa ketiga kalinya dalam waktu kurang dari 30 tahun yang lalu Lajamanu dibombardir ikan. Menurut Northern Territory News, dilaporkan fenomena hujan ikan ini juga terhadi tahun 1974 dan 2004.
    read more “Hujan Ikan”

    Petir Abadi




    Berikut adalah beberapa fenomena alama yang luar biasa yang terjadi diberbagai daerah dibelahan bumi, dimana fenomena tersebut tidak terjadi merata diberbagai daerah dibelahan Dunia.

    Petir Catatumbo yang misterius adalah sebuah fenomena alam yang unik di dunia. Terletak di muara sungai Catatumbo di Danau Maracaibo. Fenomena ini berupa awan petir yang membentuk sebuah “garis” kilat sepanjang 5 kilometer, setiap 140 – 160 malam dalam setahun, selama 10 jam tiap malam, dan lebih dari 280 kali dalam 1 jam itu. Ini hampir bisa disebut ‘badai permanen’. Petir ini mempunyai intensitas 400.000 ampere dan terlihat hingga 400 km jauhnya. Menurut penelitian, petir ini terjadi karena tumbukan angin yang berasal dari Pegunungan Andes. Petir ini juga dijadikan sebagai navigasi oleh para pelaut.
    read more “Petir Abadi”